Ada yang pernah naik kereta ? pasti pernah lah, naah... gimana rasanya kalo naik kereta yang jarang dan melewati jalur yang fenomenal ?
|
K.A Bumi Geulis |
"Bumi Geulis", itulah nama Rangkaian Kereta Api Diesel atau KRD Jurusan Bogor - Sukabumi. kalo diartiin Bumi Geulis (bhs sunda) = Sukabumi yang cantik / bumi yang cantik... Setelah sekian lama jalur ini tertutup karena longsor dan sekarang pemerintah telah memperbaiki jalur tersebut. Bagi warga Bogor dan Sukabumi, ini merupakan kereta kebanggaan, karena menjadi alternatif untuk perjalanan darat dari Bogor menuju Sukabumi maupun sebaliknya. Maklum, sampai sekarang rencana pembangunan proyek jalan tol Sukabumi - Ciawi masih belum jelas. Maka transportasi inilah yang menjadi pilihannya, selain murah KRD juga menjadi komitmen karena dalam waktu 2 jam sudah pasti sampai tujuan (gak kena macet dijalanan) .
Kereta ini diresmikan pada tanggal 14 Desember 2008 oleh Mentri Perhubungan Republik Indonesia Jusman Syafi'i Jamal. Diresmikan di Stasiun Sukabumi. PT KAI menerapkan tarif karcis Rp 8.000 dengan lama perjalanan memakan waktu 2 jam, dengan kecepatan kereta 40 km/jam.
Kenapa dibilang langka ?
Karena jadwal keberangkatan hanya 1 x 24 jam, yaitu jam 5 sore berangkat dari stasiun Bogor dan jam 5 subuh berangkat dari stasiun Sukabumi.
Kenapa indah ?
Karena KRD ini melewati jalur kaki gunung salak dan gunung gede, ditambah dengan suasana sore hari yang hangat dan bersahabat. Angin pegunungan dan bukit yang sepoi2, beriringan dengan derasnya aliran sungai2 sepanjang jalur kereta. belum lagi menyaksikan bangunan bersejarah peninggalan jaman Belanda, seperti jembatan, rel dan rambu2.
|
Jalur kaki gunung |
Terlihat background gunung salak dan disamping terlihat pepohonan hijau yang menghiasi pemandangan perjalanan kereta api ini
|
Jembatan |
Ini adalah Jembatan Cisadane. karena rel kereta digunakan hanya 1 kali dalam 1 hari, maka jembatan pun dijadikan sarana transportasi umum, terlihat sepeda motor pun bisa melintas dengan mudah. Sungai di sini alirannya deras dan sering dipakai untuk rute rafting (arung jeram).
|
Melintas di pemukiman yang padat |
|
Melintas di pemukiman yang padat |
|
Melintas di pemukiman yang padat |
Sesaat sedang berhenti dan berjalan merayap di stasiun Batutulis, terlihat pemukiman padat penduduk disekitar.
|
Melintas Jembatan
|
Keindahan saat melintasi jembatan di sore hari. Susana sore senja selalu menemani perjalanan KRD ini, lampu-lampu pun harus selalu berfungsi optimal untuk penerangan jalan.
|
Bukit Bebatuan |
Sawah dan bukit hijau merupakan pemandangan yang biasa, terkadang sinar sore hari menghangati perjalanan.
|
Sinyal |
Inilah salah satu yang dibanggakan, pensinyalan atau isyarat rambu yang masi berfungsi dengan baik. Jika ada kereta lewat, maka bentangan kawat akan ditarik dan menggerakkan rambu. Pusat penggerak kawat2 rambu tersebut ada di masing2 stasiun.
|
1880 |
Ini adalah rel anti anjlok terdapat cap "KRUPP 1880" mungkin artinya rel ini dibuat di oleh Perusahaan KRUPP di Jerman pada tahun 1880, berarti umurnya adalah 130 tahun, wow.
|
Saat berpapasan dengan KRL Commuter |
Sesekali kereta ini pulang ke kandangnya di depo Tanah Abang, terkadang banyak penumpang yang ikut terusan ke sta tn abang (biasanya hari sabtu atau tergantung kondisi).
|
mall |
T
erlihat langit tampak gelap pada sore hari, kereta dengan cantiknya (geulis) melintas padatnya pemukiman.
|
jadwal |
Jadwal dan Tarif
No comments:
Post a Comment